Seni Membuat Cold Email, Ini 5 Tips Paling Penting!

Dengan strategi cold email yang tepat, dapat mendatangkan keberhasilan pada suatu kampanye email marketing.

Membuat cold email merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam email marketing. Selain dalam pemasaran digital (digital marketing), teknik ini juga sering digunakan pencari kerja pada saat mengirimkan lamaran pekerjaannya.

Semakin berkembangnya fitur-fitur yang terdapat dalam platform email dewasa ini, membuat teknik “email dingin” semakin menjanjikan bagi pemasaran digital. Sehingga teknik marketing ini sangat layak untuk dilakukan dalam suatu kampanye pemasaran produk.

Apa Itu Cold Email ?

Dalam bahasa Inggris, teknik pemasaran digital ini dapat diartikan secara harafiah sebagai “email dingin” dalam bahasa Indonesianya.

Istilah email dingin tersebut dapat diartikan sebagai surat elektronik atau email bisnis yang kamu kirim kepada orang yang belum dikenal sebelumnya. Tujuannya agar si penerima email yang kamu kirim tersebut, tertarik dengan penawaran yang disampaikan melalui surat elektronik tadi.

Sehingga apabila surat elektronik dingin yang kamu kirim berhasil, maka si penerima email tersebut akan menjadi konsumen maupun mitra bisnis melalui penawaran yang diterimanya.

Sekilas teknik email dingin ini terlihat mirip dengan spam email, karena mengirimkan beberapa surat elektronik sekaligus kepada orang yang belum dikenal sebagai penerimanya, dengan tujuan untuk memasarkan atau mempromosikan suatu produk.

Namun jika diperhatikan secara lebih baik, teknik surat elektronik dingin sangat berbeda dengan spam, karena target penerima dalam teknik ini sudah dipilih yang benar-benar sesuai dengan kriteria penawaran bisnis yang dikirimkan melalui email.

Sedangkan pada spam penerima emailnya dibuat secara acak tanpa memperhatikan sesuai atau tidaknya dengan kriteria bisnis maupun berminat atau tidaknya terhadap produk yang ditawarkan. Sehingga peluang keberhasilan spam biasanya jauh lebih kecil konversinya yang dihasilkan dari surat elektronik yang dikirimkan, walaupun jumlah email yang dikirimkannya jauh lebih banyak dari pada surat elektronik dingin.

Tips Membuat Cold Email

Agar penawaran bisnis maupun penawaran produk yang kamu kirimkan melalui email dengan teknik ini peluang berhasilnya tinggi memang tidak mudah, karena si penerima email adalah orang yang belum dikenal dan belum memiliki relasi apapun dengan kamu.

Namun pada dasarnya, dengan isi email yang baik, peluang keberhasilan email marketing dengan teknik dingin ini dapat meningkat jauh dan peluangnya cukup baik untuk menghasilkan suatu penjualan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat membuat email marketing dengan teknik dingin, agar kampanye pemasaran yang kamu lakukan peluang keberhasilannya tinggi.

1. Pastikan message utama yang dibawakan adalah kabar baik.

Gunakan bahasa positif yang diawali dengan kata-kata pembuka bersifat apresiatif terhadap penerima email yang kamu kirimkan. Karena pada dasarnya dalam “email dingin”, kamu berharap orang yang kamu kirimkan email akan mau membeli produk atau menerima penawaran bisnis yang kamu kirimkan.

Sehingga sampaikan penawaran tersebut dalam bahasa positif sebagai kabar baik kepada si penerima email. Misalnya penawaran yang diberikan merupakan bonus, atau penawaran khusus.

2. Jangan bertele-tele, straight to the point.

Kebanyakan orang hanya membaca pesan email mereka dalam waktu yang tidak terlalu lama atau hanya dibaca sekilas yang penting-penting saja. Sehingga apabila email penawaran yang kamu kirim terlalu bertele-tele dan membingungkan, kemungkinan besarnya email tersebut tidak akan disimak lebih lanjut.

3. Kemas dan sampaikan dengan akrab.

Perbedaan mendasar email marketing dengan spam adalah cara pendekatan personal yang dilakukan melalui email, bukan hanya sekedar mengirim brosur secara acak melalui email.

Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam teknik email dingin adalah dengan menggunakan bahasa yang akrab, seolah-olah kamu sedang berbicara langsung dengan orang yang kamu sampaikan penawaran melalui email.

4. Ketahui identitas si penerima email.

Mengetahui identitas penerima email sudah jelas merupakan suatu kondisi yang harus kamu penuhi sebelum memulai kampanye marketing dengan cara membuat cold email. Sebab hanya target yang benar-benar sesuai dengan kriteria penawaran kamu saja yang akan menjadi penerima email.

Selain itu, tanpa mengetahui identitas penerima email, kamu akan kesulitan untuk melakukan personal approach pada saat menyampaikan penawaran yang kamu buat melalui email.

5. Jangan lupa follow up.

Dengan menggunakan pola pendekatan personal, maka sudah sewajarnya kalau email penawaran yang kamu kirim juga perlu di follow up untuk mengetahui respon maupun minat dari target konsumen yang kamu pilih.

Penutup

Sebagai salah satu teknik yang banyak digunakan dalam email marketing, teknik cold email perlu dilakukan dengan tepat, agar kampanye pemasaran yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan email yang dikirim bukan dianggap sebagai spam oleh yang menerimanya.

Baca juga : Meningkatkan Aksesibilitas Pada Email Marketing

Recent Post

Jules Bonardo Written by: