Obat Kangen : Cerita Si Doel The Movie

 

 

Si Doel Anak Sekolahan adalah sebuah sinetron yang pada awalnya ditayangkan pada tahun 1994 di stasiun televisi RCTI. Sinetron Si Doel Anak Sekolahan sangat digemari oleh masyarakat, karena identik dengan cerita kehidupan sehari-hari, baik dari ceritanya sendiri, dialognya, maupun karakternya. Si Doel Anak Sekolahan mengisahkan tentang Doel dan keluarganya, yaitu keluarga Betawi dari yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional, meskipun hidup dalam modernisasi dan ditengah-tengah perkotaan Jakarta. Sinetron ini disutradarai dan diperankan oleh Rano Karno sebagai Kasdullah atau Doel, Maudy Koesnaedy sebagai Zaenab, Cornelia Agatha sebagai Sarah, dan beberapa artis dan aktor yang membuat cerita sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini menjadi lebih hidup.

Waktu terus berlalu, ternyata cerita sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini akan dibuat versi layar lebarnya, yaitu Si Doel The Movie. Seperti apa cerita dari Si Doel The Movie? Berdasarkan informasi yang didapat dari website-website digital agency seputar informasi hiburan, kemungkinan besar cerita Si Doel The Movie ini salah satunya bertujuan untuk menjawab rasa penasaran masyarakat, dengan siapa Si Doel akan menikah.

Bekerja sama dengan Falcon Pictures, Karnos Film yang saat ini memproduksi film Si Doel The Movie kembali menghadirkan pemain-pemain lama, dan beberapa pemain baru. Berbeda dengan sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang syutingnya dilakukan di Jakarta, Si Doel The Movie syuting di Jakarta dan di Amsterdam (Belanda).

Si Doel The Movie yang akan hadir pada layar lebar, sepertinya akan lebih modern. Tapi, meskipun begitu rumah Doel dan oplet yang sering digunakan Mandra pada Sinetron Si Doel Anak Sekolahan akan tetap ditampilkan agar penonton dapat bernostalgia kembali.

Cerita Si Doel sendiri merupakan berasal dari cerita novel yang dikarang oleh Aman Datuk Madjoindo, yang berjudul Si Doel Anak Betawi, dan kemudian dibuat filmnya dengan judul yang sama (tahun 1973). Setelah itu film Si Doel Anak Modern (tahun 1976) dibuat sebagai sekuel dari Si Doel Anak Betawi. Si Doel Anak Sekolahan mulai diproduksi dan sangat positif responnya di masyarakat (tahun 1993-2005). Si Doel Anak Gedongan (2006), dan terakhir Si Doel Anak Pinggiran (2011).

Semoga film ini sukses di masyarakat, kita dapat bernostalgia kembali, dan dapat mengambil nilai-nilai positif sebagaimana sinetronnya yang terdahulu berhasil menghibur masyarakat.

(VR, www.dipstrategy.com)

Share this :
Written by:

Sebagai pria tangguh dengan rute harian Antar Kota Antar Propinsi, drama kehidupan perkotaan menjadi santapan sehari-harinya. Virky memegang posisi Head of Digital Support di Dipstrategy dan Product Owner dari Deepmail.