Karena Sesungguhnya Yang Keren Itu Bukan CEO Saja…

(TFM Insight)
(TFM Insight)

Berapa banyak dari kalian yang segan atau merinding begitu mendengar kata CEO?

Yes, di era dimana begitu banyak anak muda yang berlomba berwirausaha membuat startup dan agency. CEO saat ini merupakan sebuah jabatan yang terdengar sangat seksi, hebat, dan keren ketika diperkenalkan dengan orang lain.

Padahal kalau kembali ke sekitar 10 tahun lalu, di Indonesia hampir tidak terdengar istilah CEO dalam sebuah perusahaan Jakarta, yang ada hanya Direktur, Wakil Direktur, Kepala Cabang, Kepala Divisi, dan masih banyak yang lain lagi.

Ketika mendengar jabatan ‘Direktur’, yang ada dalam benak kita kebanyakan adalah bapak-bapak berusia diatas 50 tahun, mapan, gagah, tegap, ganteng, perut buncit, dan selalu menggunakan jas atau batik kemana-mana. Sebuah jabatan yang sangat ‘mahal’ dan (sedikit) mustahil dicapai dalam usia muda.

Mirip nama restoran ayam goreng? Iya, emang mirip, beda satu huruf doang, tapi jangan salah, tugas CFO ini gak main-main

Sedangkan, begitu kita mendengar istilah CEO, yang muncul dalam benak kita biasanya anak-anak muda di rentang umur 30 keatas, mengelola startup, pakaiannya cenderung santai tapi keren, dan tak ketinggalan blazer versatile kalau-kalau diundang menjadi pembicara dalam sebuah seminar tinggal pakai blazer saja biar tetap terlihat keren.

Lalu sebenarnya apa itu CEO?

Kita semua tentu sudah tahu bahwa CEO merupakan singkatan dari Chief Executive Officer, yang tugasnya adalah memimpin, melaksanakan, serta bertanggung jawab terhadap aktifitas harian sebuah perusahaan.

dalam Blacks’s Law Dictionary 9th Edition dikatakan bahwa seorang CEO adalah:

 A corporation’s highest-ranking administrator, who manages the firm day by day and reports to the board of directors.

 

Ini artinya, jabatan CEO tidak selalu diartikan sebagai presiden atau direktur utama, tetapi kepala kantor yang mengurusi administrasi dan kepersonaliaan kadang disebut juga sebagai CEO. CEO bertanggung jawab untuk menjalankan dan memberikan keputusan strategis terhadap perusahaan.

Sesungguhnya selain CEO, masih terdapat istilah jabatan keren lainnya yang jarang kita ketahui. Dalam sebuah perusahaan digital, seorang pimpinan pasti akan dibantu oleh beberapa wakil atau deputi dalam struktur organisasi. Wakil ini terkadang tidak hanya satu, bisa banyak, karena para wakil ini diberikan tugas spesifik untuk mendukung pekerjaan sebuah perusahaan.

 

Lalu apa saja istilah jabatan keren para wakil direktur ini?

CMO atau Chief Marketing Officer merupakan Wakil Direktur yang mengerjakan semua urusan tentang pemasaran. Mulai dari sales, branding, advertising, dan segala sesuatu yang berurusan dengan penjualan perusahaan. Dalam beberapa perusahaan juga sering disebut dengan istilah Direktur Pemasaran atau Direktur Marketing. Seorang CMO juga tetap bertanggung jawab kepada CEO.

COO. Apaan ini? Ya, istilah COO ini memang jarang terdengar, padahal tugasnya juga penting dalam sebuah perusahaan. COO merupakan singkatan dari Chief Operational Officer yang tugasnya memimpin divisi operasional dalam perusahaan. Tergantung dari bidang perusahaan, maka tugas COO pun juga berbeda antar perusahaan. Dalam usaha manufaktur, seorang COO bertanggung jawab mengawasi seluruh kegiatan produksi dan operasional mulai dari awal hingga akhir. Terkadang juga disebut sebagai Direktur Operasional atau Direktur Produksi

CFO. Mirip nama restoran ayam goreng? Iya, emang mirip, beda satu huruf doang, tapi jangan salah, tugas CFO ini gak main-main. CFO adalah Chief Finance Officer yang tugasnya bertanggung jawab terhadap semua kegiatan keuangan, akuntansi, dan pembukuan sebuah perusahaan. Kerjaan seorang CFO ini biasanya bikin laporan keuangan, pendanaan, pembiayaan, pembelanjaan, serta mengelola uang supaya bisa bayar gaji karyawan.

CTO. No, bukan, ini bukan gerbang buat bayar tol, beda lagi. CTO ini merupakan istilah yang cukup baru dalam dunia startup. Istilah ini muncul juga tak lepas karena kemajuan teknologi dan informasi. CTO merupakan singkatan dari Chief Technology Officer yang pekerjaannya mengelola seluruh kegiatan teknologi dan informasi perusahaan tersebut. Makanan sehari-harinya gak lepas dari urusan internet dan aplikasi. Pengembangan sistem serta manajemen informasi juga jadi tugas sang CTO ini.

 

(pinterest)
(pinterest)

Jangan kira kalau CEO itu kerjanya sendirian, banting tulang sendiri membangun sebuah perusahaan. No, seorang CEO juga dibantu oleh para eksekutif yang kerjaannya tidak kalah rumit dan tidak kalah keren.

Jadi, kalo cita-cita jadi CEO gak kesampaian, masih bisa jadi CMO, COO, CFO, atau CTO kok 🙂

(NH, www.dipstrategy.com)

Share this :
Written by:

Wordcrafter. Full time Creative Writer and part time singer. Masih percaya suatu hari nanti Arsenal F.C akan kembali mengangkat trofi Premiere League