Darimana Memperoleh Database untuk Email Marketing?

Dewi adalah seorang Customer Relation Manager pada sebuah perusahaan otomotif. Salah satu tugasnya adalah menjalin hubungan yang baik dengan para pelanggan sehingga diharapkan akan menaikkan citra brand di pasar, dan tentunya meningkatkan penjualan melalui repeat order dari pelanggan maupun new customer.

Banyak upaya yang dilakukan Dewi, salah satunya adalah melalui penerbitan newsletter yang berisi berbagai benefit program bagi pelanggan setia. Kanal yang dipilih oleh Dewi adalah email karena biayanya jauh lebih rendah dibandingkan dengan mencetak brosur/selebaran.

Masalahnya jumlah database yang dimiliki Dewi ada sekitar 150,000 alamat email. Tentunya Dewi tidak dapat mengirimkan email promo dengan cara biasa. Dewi membutuhkan cara yang lebih baik dalam menyebarkan newsletter tersebut.

 

Lain halnya dengan Bima yang merupakan sales baru pada perusahaan yang sama. Untuk menawarkan produknya, Bima berinisiatif untuk mengubah brosur hardcopy yang ia miliki ke format digital. Lalu format digital tersebut akan ia kirimkan melalui email. Pertimbangannya sederhana, lebih mudah dan cepat.

Masalahnya Bima belum memiliki database email yang dapat ia kirimi email. Bima membutuhkan cara untuk memperoleh database tersebut.

 


Pada skenario pertama, jasa email marketing adalah solusi yang tepat bagi Dewi. Jumlah database yang sangat besar akan membutuhkan biaya dan waktu yang sangat besar untuk dijangkau melalui newsletter hardcopy. Dengan menggunakan jasa email marketing, newsletter dapat disebarkan dengan cara yang cepat, tepat, dan ekonomis.

Pada skenario kedua, Bima terlebih dahulu membutuhkan database email marketing. Artinya ia membutuhkan kanal marketing yang dapat mendatangkan database email. Dalam kasus ini Bima sebaiknya menggunakan upaya lain terlebih dahulu seperti event offline, Google Ads, subscription page, dll, sebelum menggunakan jasa email marketing.

Jasa email marketing yang baik tidak akan pernah menawarkan database untuk digunakan, karena pada dasarnya database tersebut adalah milik klien dan harus sangat dijaga kerahasiaannya.

Seperti usaha jasa lainnya, kepercayaan pelanggan adalah hal utama. Menggunakan database tanpa seijin pemiliknya bukan saja berpotensi melanggar UU ITE, namun juga menodai kepercayaan pelanggan.

 

Dennis


Digital Agency JakartaEmail MarketingWeb DevelopmentSocial Media ManagementMobile Development

 

Share this :

Recent Post

Written by:

A seasoned digital practitioner with more than 12 years of progressive experiences in the Creative and Digital industry, serving as Designer, Game Designer /Programmer, Web Analyst, Project Manager, Creative Development Manager, Head of Online Services, and Managing Director.