Kenali Generasi Lain Selain Millenials

Kita sering mendengar istilah generasi millenial. Biasanya ini mengacu pada makhluk yang saat tulisan ini dibuat berusia di bawah 22 tahun, dan sering juga disebut sebagai generation Y

Jadi penasaran gk sih, selain generation Y ini ada generasi apa saja?
Nih, ane kasih tau gan.

Ada 7 generasi di era modern. Masing-masing memiliki rentang sekitar 20 tahun, yaitu rentang yang dibutuhkan untuk memiliki anak keturunan.
Pembagian 7 generasi mengacu pada momen-momen besar peradaban manusia, yang ditandai dengan perubahan pada elemen sosial budaya, politik, teknologi, maupun ekonomi.

The Lost Generation
Mereka lahir di kisaran tahun 1880 – 1900, dan tumbuh di era yang penuh kekacauan dengan Perang Dunia 1 (berlanjut dg Perang Dunia II). Disebut Lost Generation karena sedemikian banyaknya yang meninggal dalam pertempuran, dan dampak turunannya. Generasi ini tumbuh menyaksikan runtuhnya banyak kekaisaran dan hilangnya harapan.

Mereka generasi yang tidak dapat melihat masa depan bahkan setelah perang dunia berakhir, karena krisis ekonomi dan politik yang masih terus berlanjut di seluruh dunia.

The Greatest Generation.
Generasi ini lahir di kisaran tahun 1901 – 1924. Mereka bertempur di Perang Dunia II, mengalami masa depresi berat yang melanda seluruh dunia, namun lahir kembali menjadi pionir-pionir pasca perang. Mereka adalah kakek buyut kita yang mengalami hidup tanpa kulkas, TV, pesawat terbang.

Mereka adalah manusia-manusia tangguh yang meletakkan pondasi bagi pertumbuhan peradaban modern. Generasi ini sangat mengedepankan kebersamaan dan keluarga.

The Silent Generation
Generasi ini tumbuh dewasa di era setelah perang dunia, lahir di kisaran tahun 1924 – 1945. Mereka menumbuhkan Jazz, Swing, melahirkan film-film legendaris seperti Gone with the Wind, dan tumbuhnya film animasi seperti Mickey Mouse.

Walaupun melahirkan banyak aktifis seperti Malcolm X, Martin Luther King, Fidel Castro, generasi ini disebut Silent Generation karena secara umum mereka lebih memilih fokus pada karir dan tunduk pada norma-norma sosial.

The Baby Boomers
Generasi ini lahir setelah perang dunia II, di kisaran tahun 1946 – 1965. Masa yang relatif damai, dan ditandai dengan besarnya angka kelahiran bayi (baby boomer).

Ini adalah generasi yg mulai memperjuangkan kesetaraan gender. Awal dari keluarga dengan double income, ayah dan ibu bekerja menghidupi keluarga. Ini adalah generasi rock n roll, woodstock, free-sex, apollo, dan runtuhnya banyak norma sosial termasuk perceraian.

Generasi ini mengalami perubahan dramatis pada norma sosial budaya yang dipicu oleh perang dingin, konsumerisme, kebebasan berpendapat, atheism.

Generation X
Ini adalah generasi anak jalanan, lahir tahun 1966 – 1980. Banyak yang lahir dari keluarga broken home, kemudian terlambat menikah, dan/atau terlalu mudah bercerai, memilih menjadi single parents dan cenderung menempatkan anaknya sebagai ‘teman’.

Generasi ini menyaksikan runtuhnya tembok berlin dan berakhirnya perang dingin. Generasi ini tumbuh bersama MTV, heavy metal, jeans sobek, sitcom Friends. Generasi pertama yang terpapar pada teknologi digital, karenanya menjadi satu-satunya generasi yang mengalami era analog dan digital, menjadikan generasi ini memiliki pengetahuan yang paling lengkap dibanding generasi lainnya.

Generasi ini adalah korban dari konsumerisme brand dan label, namun menolak untuk dilabeli. Istilah Generation X muncul karena generasi ini tidak ingin diberi label, sehingga ‘X’ mewakili anonimitas generasi ini.

Generation Y atau Millenials
Generasi pertama yang tumbuh bersama teknologi digital, lahir di kisaran tahun 1980 – 2000. Sering pula disebut generasi Peter Pan, karena memiliki tendensi untuk menunda tahap kedewasaan seperti pekerjaan tetap, menikah, atau memiliki rumah.

Ini adalah generasi digital yang menginginkan segala sesuatunya dengan cepat, 24 jam 7 hari seminggu. Mereka memiliki akses informasi yang sangat baik, karenanya memiliki pengetahuan yang jauh lebih luas, namun minim pengalaman yang sesungguhnya. Karenanya generasi ini haus akan pengalaman dibandingkan pengetahuan atau barang.

Mereka adalah generasi yang sangat percaya diri, tidak lagi mempedulikan brand atau label, dan lebih menghargai originalitas serta nilai sosial.

Generation Z
Generasi ini tidak pernah mengenal dunia tanpa komputer atau handphone, lahir setelah tahun 2000. Mereka adalah generasi cerdas, yang memiliki kedewasaan berpikir, memilih, dan bertindak.

Ketergantungan generasi ini pada teknologi masih belum dapat diprediksi dampaknya, namun generasi ini adalah generasi yang dipercaya akan melahirkan pemikiran-pemikiran besar karena eksposure yang tinggi terhadap informasi semenjak dini.

 

 

Setiap generasi memiliki karakternya sendiri. Dengan memahami karakter tersebut, strategy pemasaran baik digital maupun konvensional dapat lebih dibentuk menyesuaikan karakter target market.

Cheers!

Share this :
Written by:

Seorang petualang yang menghabiskan hidupnya di beberapa puncak tertinggi di dunia. Tak kurang dari puncak Kangchenjunga, Nanga Parbat, Ulugh Muztagh, telah ditaklukannya. Hebatnya lagi semua itu dilakukan dalam tidurnya sambil makan oreo.