3 Langkah Tidak Biasa dalam Menyiapkan Presentasi

source : baomoi.com
source : baomoi.com

Keseharian dalam pekerjaan kerap menuntut kita membuat aneka ragam presentasi untuk dihidangkan dalam berbagai macam acara. Mulai dari presentasi mingguan, bulanan (biasanya report), rencana kerja tahunan, hingga presentasi kepada klien.

Sesungguhnya, tidak ada aturan baku dalam menyusun presentasi, karena tergantung dari objective dan industri pekerjaan yang digeluti saat ini. Namun, setidaknya ada 3 langkah yang bisa kita terapkan jika kebetulan kamu bekerja di industri kreatif, yaitu:

  1. Bayangkan suasana ketika presentasi

Ini penting, karena kita harus tau akan berbicara kepada siapa. Klien? Oke, levelnya apa? Bagian apa? Makin tinggi level artinya makin dihindari detil teknis yang digunakan. Pada seseorang dengan level tinggi, kita harus bicara tentang visi dan mimpi dari perusahaan tersebut yang akan dicapai jika bekerjasama dengan kantormu.

  1. Sisipkan ‘kisah’ di dalam presentasi

Ini tentative, tidak mutlak diperlukan. Namun seringkali, terjadi gap antara background menuju objective ataupun dari objective menuju concept. Saat seperti itulah, sedikit kisah dapat dimasukkan untuk menjadi jembatan antara 2 bagian tadi.

  1. Gunakan visual yang menarik dan mudah dipahami

Ini subjektif, karena menarik menurut kita belum tentu menurut audience. Intinya, penggunaan visual sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan tambahan dari audience, misal “kok gambarnya bule? Kan konsumen kita orang Indonesia?” atau pertanyaan abadi sepanjang masa, “itu apa? Lo..rem…ipsum? Maksudnya apa?” hazzzz…

Nah, itu versi panjangnya. Sebenarnya bikin presentasi itu cukup dijabarkan dalam 3 hal sederhana; struktur, konten, dan visual.

Tapi, jika kebetulan saat ini kamu berkutat di pekerjaan seputar banking, insurance dan beberapa industri sejenis, maka presentasi kamu hanya butuh 3 hal ini; data, data, dan data.

Share this :

Recent Post

Written by: